Kamis, 15 November 2018

Seperti Manusia, Gorilla Jantan Juga Merawat Anak

Seperti Manusia, Gorilla Jantan Juga Merawat Anak

Dalam studi sebelumnya, ditemukan bahwa gorilla gunung Rwanda menunjukkan perilaku yang tidak biasa. Mereka merawat semua anak-anak yang ada di dalam kelompok sosial mereka, baik yang sedarah maupun tidak.

Temuan itu bertentangan dengan bagaimana kita memandang gorila gunung jantan. Hewan ini biasanya digambarkan kompetitif dan mendominasi dalam hal reproduksi di satu kelompok.

Oleh karena itu, para peneliti melakukan studi untuk mengetahui alasan dibalik sikap pejantan yang demikian.

"Gorila gunung dan manusia adalah satu-satunya kera besar di mana prianya secara teratur mengembangkan ikatan sosial yang kuat dengan anak-anak. Jadi, belajar tentang apa yang dilakukan gorila gunung dapat membantu kita memahami bagaimana manusia pria mulai menuju keayahan," kata Stacy Rosenbaum, penulis utama studi ini dari Northwestern Unviersity.

"Pejantan yang menghabiskan banyak waktu dengan anak-anak memiliki lebih banyak peluang reproduksi. Salah satu interpretasi yang mungkin adalah bahwa betina akan memilih untuk kawin dengan pejantan berdasarkan interaksi ini." kata Kuzawa, profesor antropologi di Northwestern dan salah satu penulis studi tersebut.

Rosenbaum menambahkan bahwa ia sudah tahu sejak lama bahwa gorila gunung jantan berkompetisi satu sama lain untuk mendapatkan akses ke betina dan meningkatkan peluang kawin.

Akan tetapi, data baru ini menunjukkan bahwa mereka mungkin memiliki strategi yang lebih beragam, salah satunya yaitu memiliki ikatan dengan anak-anak yang jauh lebih kuat.

Penelitian ini menunjukkan rute alternatif yang memungkinkan perilaku ayah berevolusi dalam spesies kita sendiri. Hal ini meningkatkan kemungkinan bahwa perilaku serupa bisa menjadi sesuatu yang penting dalam pembentukan awal perilaku ayah dalam nenek moyang manusia.

Para peneliti saat ini sedang menyelidiki apakah hormon memiliki peran dalam membantu memfasilitasi perilaku pejantan gorilla, seperti yang mereka lakukan pada manusia.

"Pada manusia pria, testosteron menurun ketika mereka menjadi ayah, dan ini diyakini membantu memfokuskan perhatian mereka pada kebutuhan bayi yang baru lahir," kata Kuzawa.

Dia melanjutkan, mungkinkah gorila yang secara khusus terlibat dalam interaksi bayi mengalami penurunan serupa pada testosteron? Jika terbukti testosteron turun, akan menjadi indikasi yang jelas bahwa mereka melakukan ini untuk membantu mendapatkan pasangan kawin.

Para peneliti berharap dapat mengeksplorasi pertanyaan-pertanyaan baru ini.

"Kami sedang bekerja untuk mengkarakterisasi profil hormon laki-laki sepanjang waktu, untuk melihat apakah peristiwa seperti kelahiran bayi baru mungkin berhubungan dengan tingkat testosteron mereka," kata Rosenbaum.

0 komentar:

Posting Komentar